Peran wanita terhadap pengelolaan keuangan keluarga sehari–hari sudah tidak diragukan lagi. Mengurus uang belanja merupakan terminologi yang sering digunakan untuk menggambarkan peran wanita dalam keuangan keluarga. Secara umum kegiatan dalam mengelola uang belanja itu terbatas hanya dalam pengelolaan keuangan yang bersifat rutin dan jangka pendek, sementara partisipasi wanita dalam keputusan investasi keluarga masih sangat terbatas. Biasanya keputusan investasi yang menyangkut jumlah yang besar masih berada sepenuhnya di tangan pencari nafkah tradisional, dalam hal ini suami, dan istri hanya mengikuti keputusan itu dengan partisipasi aktif terhadap pengambilan keputusan yang sangat sedikit. Mengapa hal ini terjadi dan bagaimana wanita dapat mengambil peranan yang lebih aktif dalam keputusan–keputusan investasi keluarga serta apa manfaatnya terhadap perekonomian keluarga pada apabila wanita dilibatkan dalam keputusan dan pengelolaan investasi dalam keluarga?Sedikitnya partisipasi wanita dalam keputusan investasi keluarga berangkat dari terbatasnya pengetahuan dan sosialisasi tentang investasi pada umumnya. Bukan hanya kepada wanita, akan tetapi kepada masyarakat pada umumnya pun, sosialisasi dan tingkat pengetahuan tentang investasi masih sangat kurang dilakukan. Masyarakat kita pada umumnya masih berada di "saving society" dan belum berada di tingkatan "investing society". Oleh karena itu, investasi sebagai cara untuk mencapai tujuan – tujuan keuangan secara khusus belum menjadi bagian besar dari kehidupan keuangan masyarakat pada umumnya. Padahal, apabila masyarakat ingin dirubah menjadi investment society, maka peran wanita dan pengetahuan wanita akan investasi perlu untuk ditingkatkan. Contoh kasus yang bisa diamati adalah meningkatnya jumlah investor ibu – ibu rumah tangga pada instrument Sukuk Retail yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa dengan edukasi dan sosialisasi yang benar, masyarakat dan wanita pada khususnya dapat mengambil peran dan aktif dalam keputusan berinvestasi yang melibatkan keuangan keluarganya.
Edukasi terhadap wanita dalam hal investasi ini merupakan rangkaian dari edukasi dalam hal perencanaan keuangan. Perlu kita garis bawahi disini bahwa kemampuan berinvestasi dari suatu keluarga bergantung pada kemampuan dari keluarga itu mengatur arus kas nya, dilanjutkan dengan kemampuan untuk menabung dan kemudian bermuara pada kemampuan untuk berinvestasi untuk tujuan–tujuan finansial tertentu.
Peran wanita dalam mengatur arus kas keuangan keluarga sangatlah penting karena kendali operasional keuangan sehari–hari dan jangka pendek sebagian besar berada di tangan wanita. Kendali ini dapat diperluas dengan kesadaran akan pentingnya menabung dan kemudian berinvestasi apabila wanita dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup untuk membuat pilihan – pilihan konsumsi yang menunjang kegiatan menabung dan berinvestasi tersebut. Sebagai contoh, wanita sebagai pengatur keuangan keluarga pastinya sangat memahami pola konsumsi yang dilakukan. Wanita memiliki kendali untuk melakukan pilihan–pilihan konsumsi yang bijak , sehingga anggaran harian menjadi efektif. Kemudian dari efektifitas anggaran itu dapat dilihat berapa kemampuan untuk menabung dari keluarga tersebut dan dari sini dapat dilakukan perubahan paradigm dimana kegiatan menabung dilakukan lebih dulu dari pada kegiatan konsumsi. Paradigma lama yang biasa dilakukan adalah menabung dilakukan apabila ada sisa pengeluaran konsumsi, yang biasanya menjadi penyebab gagalnya upaya keluarga untuk menabung.
Motivasi untuk menabung dan juga berinvestasi, selain didukung oleh pengetahuan tentang bagaimana cara berinvestasi, resiko dan juga instrument – instrument investasi, juga didasari oleh adanya kesadaran akan pilihan – pilihan yang lebih baik daripada kegiatan mengkonsumsi sesuatu barang atau jasa tertentu. Esensi dari menabung adalah mengorbankan konsumsi saat ini untuk tujuan konsumsi di masa depan, sehingga kegagalan untuk mengidentifikasi apa tujuan di masa depan dan kelalaian untuk melakukan pengorbanan akan konsumsi saat ini akan berakibat pada tidak tercapainya tujuan–tujuan keuangan yang diinginkan.
Apabila dilihat dari perspektif yang lebih luas, maka pengetahuan investasi pada wanita ini akan berguna pada masa yang lebih panjang dan pada saat–saat dimana wanita harus mengambil peran sebagai kepala keluarga pada saat ketiadaaan suami sebagai kepala keluarga. Sudah sering kita dengar dan lihat sendiri bahwa pada saat ketiadaan kepala rumah tangga dan pencari nafkah utama karena kematian, misalnya, keluarga yang ditinggalkan tidak siap secara finansial. Kalaupun siap secara finansial, terkadang keluarga yang ditinggalkan tidak memahami investasi dan asset apa saja yagn dimiliki. Lebih rumitnya lagi, keluarga yang ditinggalkan sering tidak mampu untuk meneruskan dan mengelola usaha dan investasi yang ditinggalkan, sehingga sedikit demi sedikit harta peninggalan pun terkuras untuk kebutuhan dan kelangsungan hidup. Gambaran yang berbeda kemungkinan besar akan dapat kita lihat apabila wanita mempunyai pengetahuan yang cukup tentang keuangan dan diikut sertakan secara aktif dalam pengelolaan dan pemilihan investasi, maka pada wanita dapat mengambil alih secara penuh pengelolaan investasi keluarga pada saat ketiadaan kepala keluarga tersebut. Diharapkan dengan demikian, maka keluarga secara keseluruhan akan tetap dapat mempertahankan kehidupannya dan mengembangkan harta dan asetnya serta melanjutkan kehidupannya.
Demikian luas dan strategisnya peran wanita dalam keuangan keluarga dan demikian pentingnya peranannya dalam partisipasi dan keputusan dalam berinvestasi. Pengetahuan dalam hal berinvestasi baik, jenis, skema maupun instrumen–instrument investasi yang dipilih menjadi faktor yang penting dalam makin meningkatnya partisipasi wanita dalam berinvestasi. Wanita perlu membuat pilihan untuk berinvestasi, bukan hanya untuk kebaikan pada masa sekarang tetapi juga untuk kelangsungan kehidupan keluarga di masa yang akan datang, bahkan di masa–masa dimana wanita harus mengambil alih kendali finansial keluarga secara penuh.http://www.i2movenetwork.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar